Video

Minggu, 03 April 2011

Pelita Jaya Tundukkan Persijap Jepara

Pelita Jaya Karawang sukses menuai angka penuh setelah mengalahkan Persijap Jepara 2-0 dalam lanjutan Superliga Indonesia [ISL] 2010/11 di Stadion Singaperbangsa, Minggu [3/4] malam WIB. Walau mencatat kemenangan, posisi Pelita Jaya tidak mengalami perubahan di papan bawah klasemen sementara. Pelita Jaya tetap berada di peringkat ke-14 dengan nilai 19, atau berselisih satu poin dengan Persijap yang berada satu tangga di atasnya. Dalam pertandingan ini, Pelita Jaya dan Persijap mengembangkan permainan terbuka. Serangan silih berganti dilakukan kedua tim guna membongkar pertahanan lawan masing-masing. Publik di Stadion Singaperbangsa sempat terbungkam ketika laga memasuki menit kelima. Striker Persijap Alberto 'Beto' Goncalves berhasil menjebol gawang Pelita Jaya. Namun wasit menganulir gol itu, karena Beto dianggap sudah dalam posisi off-side terlebih dahulu Tidak mau kecolongan lagi, Pelita Jaya meningkatkan intensitas serangannya. Upaya tuan rumah untuk unggul lebih dulu dari tim tamu membuahkan hasil pada menit ke-11. Striker asal Malaysia Safee Sali membawa Pelita Jaya unggul lewat tendangan saltonya menyambut tendangan bebas Joko Sasongko. Sukses membobol gawang lawan memacu motivasi pemain Pelita Jaya. Serangan kembali dibangun untuk menggandakan keunggulan. Safee hampir membawa Pelita Jaya unggul 2-0, namun tendangannya masih melambung di atas mistar Danang Wihatmoko.Sebaliknya, Persijap yang tertinggal satu gol berusaha menyamakan kedudukan. Namun solidnya barisan belakang Pelita Jaya membuat tim besutan Suimin Diharja ini membentur tembok kokoh. Hingga babak pertama usai, skor 1-0 tidak berubah. Di babak kedua, Persijap menerapkan permainan agresif untuk mengejar ketertinggalan dengan berusaha mencetak gol cepat. Serangan itu mampu merepotkan barisan belakang tuan rumah. Peluang diperoleh striker Gendut Doni Cristiawan, tapi tendangannya masih melambung di atas mistar gawang.Kendati mendapat tekanan, Pelita Jaya berhasil melihat celah dari pertahanan Persijap. Serangan balik cepat yang dilakukan Joko berhasil melewati empat pemain belakang lawan, sebelum akhirnya ia menceploskan bola ke dalam gawang Danang pada menit ke-65. Persijap akhirnya bermain lepas setelah tertinggal dua gol. Namun Pelita Jaya yang ingin mengamankan keunggulannya lebih memperkuat barisan pertahanan. Hingga pluit panjang ditiupkan wasit, skor 2-0 tidak mengalami perubahan.

Leonardo Tak Kaget Performa Gemilang Alexandre Pato

Ketiadaan Zlatan Ibrahimovic di lini depan AC Milan saat berlaga di derby melawan Inter, Sabtu (2/4), ditambal dengan sempurna oleh Alexandre Pato. Si Bebek mencetak dua gol ke gawang Julio Cesar dan secara keseluruhan pergerakannya kerap merepotkan lini belakang Inter yang dikawal duet bek Andrea Ranocchia-Cristian Chivu. Sosok yang paling berjasa mendatangkan Pato ke Milan tapi kini berada di kubu lawan sebagai pelatih, Leonardo, mengaku sama sekali tak kaget dengan penampilan hebat sang striker. “Apakah saya terkejut dengan performa Pato? Tidak, saya mengenalnya dengan sangat baik,” tutur Leo usai pertandingan di Football Italia. Mengenai sikap suporter Rossoneri yang memasang spanduk raksasa menggambarkan dirinya sebagai Judas, pengkhianat Yesus Kristus dalam ajaran Kristen, eks pemain, allenatore, pemantau bakat, dan direktur olahraga Milan ini mengaku tak dendam. Leo bahkan menegaskan ia tetap menaruh respek terhadap Milanisti. “Saya menghormati fans Milan. Saya tahu apa yang pernah saya alami bersama mereka dan saya bangga dengan apa yang tengah saya alami sekarang. Tak ada yang perlu dianalisa,” katanya. “Saya melihat dan mendengar ‘sambutan’ yang diberikan fans di sini, tapi saya menghormati semuanya.”

Bekuk Lazio, Napoli Salip Inter

Napoli berhasil memanfaatkan kekalahan Inter Milan untuk menyodok ke peringkat dua klasemen sementara Serie A Italia usai mengalahkan Lazio 4-3 dalam pertarungan sengit di San Paolo, Minggu [3/4] malam WIB. Dengan hasil ini, maka Napoli mengumpulkan nilai 62, dan unggul dua angka dari Inter. Sedangkan kekalahan membuat Lazio tetap berada di peringkat ke lima dengan 54. Pada pertandingan ini, pelatih Lazio Edy Reja tidak dapat menurunkan sejumlah pemain yang menjalani akumulasi kartu dan dibekap cedera, seperti Cristian Ledesma, Francelino Matuzalem, dan Stefan Radu, serta Tommaso Rocchi, Mourad Meghni dan Mobido Diakite. Tampil di hadapan puluhan ribu pendukungan, Napoli memperagakan permainan ofensif. Namun mereka tidak bisa leluasa, karena serangan Balik Lazio juga kerap membahayakan pertahanan. Napoli mendapatkan sejumlah peluang untuk unggul lebih dulu dari lawannya. Namun pertahanan solid Lazio serta performa kiper Fernando Muslera membuat peluang yang diperoleh berhasil dipatahkan. Serangan balik Lazio menjadi momok bagi Napoli. Tusukan Stefano Mauri usai menyambut umpan Mauro Zarate dari sisi kanan berhasil melewati empat pemain Napoli, sebelum akhirnya menceploskan bola ke dalam gawang pada menit ke-29. Keberhasilan mencetak gol membuat Lazio lebih percaya diri. Sedangkan Napoli menjadi sedikit berhati-hati menghadapi serangan balik lawan. Kendati demikian, skor 1-0 ini bertahan hingga babak pertama usai. Napoli tetap memperagakan permainan agresif untuk mengejar defisit satu gol di babak kedua. Namun serangan yang mereka bangun dapat dimentahkan barisan belakang Lazio. Bahkan, Lazio berhasil menggandakan keunggulannya melalui Andrea Dias di menit ke-58. Berawal dari tendangan bebas Javier Garrido dari sisi kanan, Dias langsung meneruskannya dengan tendangan ke dalam gawang. Tertinggal dua gol tidak meruntuhkan semangat Napoli. Tuan rumah berhasil memperkecil ketertinggalan selang tiga menit kemudian. Tendangan bebas Ezequiel Lavezzi disambut Andrea Dossena. Bahkan, publik San Paolo bersorak kegirangan ketika tim kesayangannya berhasil menyamakan kedudukan dua menit kemudian. Tendangan bebas Lavezzi mengarah kepada Christian Maggio yang kemudian diteruskan kepada Edinson Cavani. Striker Uruguay ini pun tidak mau membuang kesempatan untuk menjebol gawang Muslera lewat tandukannya Kedudukan imbang ini membuat pertandingan berjalan makin sengit. Lazio kembali unggul setelah Salvatore Aronica melakukan gol bunuh diri pada menit ke-69. Aronica yang berusaha menghalau bola hasil umpan silang Zarate ternyata membelokkan si kulit bundar ke gawang sendiri. Napoli pun kembali memforsir serangan untuk mengejar ketertinggalan mereka. Pergerakan Cavani di kotak penalti Lazio memaksa Giuseppe Biava menjatuhkan striker Napoli tersebut pada menit ke-82. Selain menunjuk titik putih, wasit juga memberikan kartu merah kepada Biava akibat pelanggarannya itu. Cavani yang dipercaya sebagai eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik.Unggul jumlah pemain dimaksimalkan Napoli untuk memetik kemenangan di waktu tersisa. Upaya Napoli itu tidak sia-sia setelah Cavani mencetak gol pada menit ke-88 dengan mengelabui Muslera sekaligus hat-trick di pertandingan ini. Napoli pun akhirnya tampil menjadi pemenang.

Alex Pato Dedikasikan Gol Untuk Putri Berlusconi

Striker Milan dan putri dari pemilik klub itu saat ini sedang menjalin kasih Alexandre Pato mencetak dua gol untuk membawa Milan memenangi derby della madonnina melawan Inter 3-0 dinihari tadi. Dua gol tersebut dipersembahkan secara khusus untuk seseorang. Adalah Barbara Berlusconi yang mendapatkan hadiah gol tersebut. Ya, Barbara adalah putri dari pemilik klub Milan, Silvio Berlusconi, yang juga merupakan Perdana Menteri Italia. "Kepada siapa saya dedikasikan gol ini? Well, kalian tahu sendiri, kan?" ungkap Pato seusai laga.Tapi Barbara bukanlah satu-satunya orang yang mendapat hadiah gol dari Pato itu. "Saya juga mendedikasikan gol itu kepada semua orang yang sudah berada di stadion untuk memberikan semangat kepada Milan meski segala sesuatunya tidak berjalan baik," tandasnya. Pato menambahkan jika saat ini Milan harus tetap fokus meraih hasil terbaik di tujuh laga tersisa jika ingin meraih scudetto.

Roma-Juventus: Adu Gengsi

Roma dan Juventus harus bisa memenangi laga ini. Bukan hanya untuk bisa mendapatkan tempat di zona Eropa, tapi juga mempertahankang gengsi sebagai raksasa Italia. Khusus bagi Juventus, performa mereka menurun drastis di 2011. Alhasil asa untuk bisa tampil di kompetisi Eropa musim depan mulai memudar. Sebaliknya, Roma yang sempat terseok-seok kini bisa menemukan lagi penampilan terbaik mereka. Roma tinggal memupuknya untuk bisa terus menjaga tren positif hingga akhir musim. Di laga yang dilangsungkan di Olimpico dinihari nanti, Roma pun punya kans yang lebih baik untuk meraih poin penuh. Bukan hanya karena grafik penampilan yang lebih baik dari Juventus, tapi juga faktor dukungan penonton dan komposisi pemain. Sementara Juventus kehilangan sejumlah pemainnya, seperti Paolo De Ceglie, Jorge Martinez, Leandro Rinaudo, Momo Sissoko, Fabio Quagliarella, Vincenzo Iaquinta dan Giorgio Chiellini. Jika sudah begini, Roma sepertinya akan meraih poin penuh. Prediksi Skuad:Roma: Doni; Burdisso, Mexes, Juan, Riise; Pizarro, De Rossi; Taddei, Perrotta, Vucinic; Totti Juventus: Buffon; Motta, Barzagli, Bonucci, Grosso; Krasic, Melo, Aquilani, Marchisio; Toni, Matri

Rabu, 30 Maret 2011

Paham Kekuasaan menurut para Ahli (paham Machiavelli (abad XVII)


Niccolò Machiavelli (lahir di Florence, Italia, 3 Mei 1469 – meninggal di Florence, Italia, 21 Juni 1527 pada umur 58 tahun) adalah diplomat dan politikus Italia yang juga seorang filsuf. Sebagai ahli teori, Machiavelli adalah figur utama dalam realitas teori politik, ia sangat disegani di Eropa pada masa Renaisans. Dua bukunya yang terkenal, Discorsi sopra la prima deca di Tito Livio (Diskursus tentang Livio) dan Il Principe (Sang Pangeran), awalnya ditulis sebagai harapan untuk memperbaiki kondisi pemerintahan di Italia Utara, kemudian menjadi buku umum dalam berpolitik di masa itu.

Il Principe, atau Sang Pangeran menguraikan tindakan yang bisa atau perlu dilakukan seorang seseorang untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan.


Dalam bukunya tentang politik yang diterjemahkan kedalam bahasa dengan judul “The Prince”, Machiavelli memberikan pesan tentang cara membentuk kekuatan politik yang besar agar sebuah negara dapat berdiri dengan kokoh. Didalamnya terkandung beberapa postulat dan cara pandang tentang bagaimana memelihara kekuasaan politik. Menurut Machiavelli, sebuah negara akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil berikut: pertama, segala cara dihalalkan dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan; kedua, untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (divide et impera) adalah sah; dan ketiga, dalam dunia politik (yang disamakan dengan kehidupan binatang buas ), yang kuat pasti dapat bertahan dan menang. Semasa Machiavelli hidup, buku “The Prince” dilarang beredar oleh Sri Paus karena dianggap amoral. Tetapi setelah Machiavelli meninggal, buku tersebut menjadi sangat dan banyak dipelajari oleh orang-orang serta dijadikan pedoman oleh banyak kalangan politisi dan para kalangan elite politik.


Nama Machiavelli, kemudian diasosiasikan dengan hal yang buruk, untuk menghalalkan cara untuk mencapai tujuan. Orang yang melakukan tindakan seperti ini disebut makiavelis.


Karya-karya Machiavelli mengakibatkan banyak pihak yang menempatkannya sebagai salah satu pemikir brilian pada masa renaissance, sekaligus figur yang sedikit tragis. Pemikiran Machiavelli berkembang luas pada abad ke-16 dan ke-17 sehingga namanya selalu diasosiasikan penuh liku-liku, kejam, serta dipenuhi keinginan rasional yang destruktif. Tidak ada pemikir yang selalu disalahpahami dari pada Machiavelli. Kesalahpahaman tersebut terutama bersumber pada karyanya yang berjudul The Prince yang memberikan metode untuk mendapatkan dan mengamankan kekuasaan politik. Selain itu, juga terdapat karya lain yang banyak menjadi rujukan yaitu Discourses on the Ten Books of Titus Livy.


Terdapat dua pandangan berbeda terhadap Machiavelli dilihat dari karya-karyanya:


  1. Pandangan pertama, menyatakan bahwa Machiavelli adalah pengajar kejahatan atau paling tidak mengajarkan immoralism dan amoralism. Pandangan ini dikemukakan oleh Leo Strauss (1957) karena melihat ajaran Machiavelli menghindar dari nilai keadilan, kasih sayang, kearifan, serta cinta, dan lebih cenderung mengajarkan kekejaman, kekerasan, ketakutan, dan penindasan.

  2. Pandangan kedua, merupakan aliran yang lebih moderat dipelopori oleh Benedetto Croce (1925) yang melihat Machiavelli sekadar seorang realis atau pragmatis yang melihat tidak digunakannya etika dalam politik. Padangan ketiga yang dipelopori oleh Ernst Cassirer (1946), yang memahami pemikiran Machiavelli sebagai sesuatu yang ilmiah dan cara berpikir seorang scientist. Dapat disebutkan sebagai “Galileo of politics” dalam membedakan antara fakta politik dan nilai moral (between the facts of political life and the values of moral judgment).

Paham Kekuasaan menurut para Ahli (paham jendral clausewitz(XV111)




Carl Phillip Gottfried von Clausewitz (lahir 1 Juli 1780 – meninggal 16 November 1831 pada umur 51 tahun,lebih dikenal dengan nama Carl von Clausewitz) adalah seorang tentara Rusia dan intelektual. Ia menjabat sebagai prajurit lapangan praktis (dengan luas pengalaman tempur melawan pasukan Revolusi Perancis), sebagai perwira staf dengan politik/militer Prusia, dan sebagai pendidik militer terkemuka. Clausewitz pertama kali memasuki pertempuran sebagai kadet pada usia 13 tahun, naik pangkat Mayor Jenderal di usia 38, menikah dengan bangsawan tinggi, Countess Marie von Brühl, bergerak di kalangan intelektual langka di Berlin, dan menulis sebuah buku “On War” (terjemahan dari “Vom Kriege”) yang telah menjadi karya paling berpengaruh terhadap filsafat militer di dunia Barat. Buku tersebut telah diterjemahkan ke hampir semua bahasa dan berpengaruh pada strategi modern di berbagai bidang.


Pada era Napoleon, Jenderal Clausewitz sempat terusir oleh tentara Napoleon dari negaranya sampai ke Rusia. Clausewitz akhirnya bergabung dan menjadi penasihat militer Staf Umum Tentara Kekaisaran Rusia. Sebagaimana kita ketahui, invasi tentara Napoleon pada akhirnya terhenti di Moskow dan diusir kembali ke Perancis. Clausewitz, setelah Rusia bebas kembali, di angkat menjadi kepala staf komando Rusia. Di sana dia menulis sebuah buku mengenai perang berjudul Vom Kriege (Tentara Perang). Menurut Clausewitz, perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Baginya, peperangan adalah sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa. Pemikiran inilah yang membenarkan Rusia berekspansi sehingga menimbulkan perang Dunia I dengan kekalahan di pihak Rusia atau Kekaisaran Jerman.